Sabtu, 17 Juli 2010

UPBM 2009 Happy Traveling


krik...krik...

Assalamualaikum lagi nih, teman2 semua….

Saya datang lagi membawakan sebuah kisah2 yang dapat menggugah dan menyentuh hati teman2, (kaya cerita sedih ya…)

Ahh, terserah mau nilai gimana, yang penting baca aja dulu cerita saya ini…

Ayo…!!

Ini cerita mengenai jala-jalan UPBM angkatan 2009 ke Cipanas. Eh? Bukan, ke Pangandaran. Eh, tapi…

Ah, jadi bingung, kita kemana sebenernya ya? Yaudah, certain dulu sampe abis ya…

Nanti paasti ketahuan kita kemana, hehehe…



Ceritanya gini…














To Be Continued....



(jeng-jeng-jeng...!!!)

Senin, 12 Juli 2010

Yang Penting Ke Bandung....







krik...krik...

Assalamualaikum….!!!

Saya kembali dengan sebuah cerita yang sangat pantas bagi teman-teman untuk dibanggakan dengan kehadiran saya… Hahahahhaah….

Baiklah, saya tidak akan memperpanjang mukaddimah, saya akan lanjut bercerita yang indah untuk teman-teman, semoga bisa jadi dongeng pengantar tidur yang indah untuk teman-teman semua.

CHECK THIS OUT!!

Pagi itu saya terbangun dari tidur indah nan sehat di sebuah kamar di sebuah kos-kosan mahasiswa yaitu Wisma INKUD. Meskipun telat, saya bergegas ke kamar mandi mengambil wudhu untuk shalat subuh. Sehabis shalat subuh saya yang harusnya membangunkan Paek, teman yang akan ikutan pergi ke Bandung rame-rame pagi ini, malahan ngenet menggunakan laptop milik saya sendiri dengan jaringan internet yang dimiliki da Taufik, salah satu uda di UPBM yang sedang melakukan KKN di salah satu desa di Jawa Barat.

OL sambil telungkup saya lakukan, saya ngelakuinnya tanpa ingat waktu, hingga datang sebuah sms membangunkan dari uni Sari, yang kemudian saya baca dan saya balas “udah bangun, tapi OL bntar ya.. hehe”.

Saya dan teman-teman harusnya berjanji jam 9 pagi untuk berkumpul di Pangkalan Damri Jatinangor. Namun saya baru berkemauan untuk membangunkan teman saya Paek pada jam 9 kurang seperempat. Teman saya yang cingkahak itu pun bangun dan segera bergegas dan bersiap-siap. Saya pun juga mandi dan bersiap-siap.

Sampai di Pangdam saya dan paek emlihat tiga rakyat UPBM, da aang, ni nadya, dan ni sari berada di sebuah tenda ecek2 untuk berteduh menunggu bis damri. Kami ber-5 menunggu kedatangan 3 orang lagi yang telah janji untuk ikut yaitu da yudi, willy, dan ayang atau eis. Ayang ketika ditelpon oleh Paek ternyata baru bangun tidur dan ia pun langsung bergegas ke kamar mandi, begitu juga dengan willy. Da yudi yang dihubungi ternyata lagi OTW ke Pangdam. Setelah semua lengkap, kami langsung memasuki bis damri yang ber-AC yang bisa dibilang nyaman.

Perjalanan ke Bandung cukup lama dikarenakan macet, wajarlah, ini hari Minggu. Tapi ada untungnya juga, kami yang harusnya turun di Dipatiukur dahulu, bisa langsung sampai di BEC—target perjalanan kami yang pertama, dengan berjalan kaki sedikit.
Di BEC, kita hanya menenunggu ni nadya mengantarkan printernya ke tempat ia beli printer ditemani oleh uni sari.

Setelah itu…

Perjalanan menarik dimulai….

Hahahah
Setelah itu kita jalan menuju tempat makan di BIP. Sampai di sana, saya, willy, paek dan da aang menunggu teman-teman yang lain memesan makanan. Ketika mereka tiba dimeja makan, barulah kita mencari MAKANAN YANG COCOK untuk dimakan (sengaja di capslock, haha).

Sebenarnya hanya paek dan da aang yang mencari makanan yang cocok UNTUK SELERA, sedangkan saya dan willi mencari makanan yang cocok BAGI DOMPET. Haha. Paek dan da aang memesan makanan dengan harga di atas 20 ribu, sedangkan saya dan willi hanya hanya memesan nasi goring dengan harga 11ribu itu pun tanpa air minum. Haha. Emang nasib. Haha.



Kami datang ke meja makan dengan membawa sebuah tanda pesanan dari tempat kami memesan makanan tadi. Tanda yang sangat kecil untuk jadi sebuah tanda pesanan yang akan dicari oleh pengantar pesanan. Haha.

Semua makanan datang, kami pun mulai makan sama-sama. Saya berusaha menikmati makanan mahal yang sebenarnya bisa saya dapatkan di Jatinangor, bahkan bisa saya masak sendiri dengan rasa yang lebih enak. Makan siang kami akhiri dengan sedikit poto-poto.

Kami mulai bingung untuk meneruskan perjalanan. Kami keluar BIP, dan ternyata hujan turun. Di bawah hujan yang gerimis kami segera memutuskan naik angkot menuju ke Ciwalk. Kami menikmati perjalanan di angkot hingga kami sampai di pesimpangan McD di Dago. Kami bereduh sejenak kemudian berlari ke simpang untuk naik angkot menuju Ciwalk. Da Aang dan Paek yang telah dulu menunggu angkot merasa kesal karena tidak ada angkot yang datang utnuk diberhentikan. TERNYATA, setelah saya dan yang lain datang, kami baru sadar ada palang penghalang jalan menuju Ciwalk. HAHA. Benar-benar memalukan, menunggu angkot di jalan yang tak mungkin ada kendaraan yang lewat di sana. Hahaha.

Kami segera menyeberang jalan yang macet di bawah hujan yang turun, kemudian da yudi menanyakan kepada polisi angkot apa yang bisa dinaiki menuju Ciwalk. Polisi berkata bahwa kita bisa menaiki angkot CAheum-Ciroyom yang nantinya melewati ITB.

Kami berteduh sementara di halte penantian angkot sambil poto-poto. Kami menanti angkot menuju Ciwalk yang sudah kami tandai bentuk angkotnya. Ketika asik-asik bersantai, sebuah angkot lewat dan berhenti di depan halte. Kami kegirangan dan segera menaiki angkot tersebut.



Akhirnya kami berangkat menuju Ciwalk. Namun memang nasib, “udi” itulah bahasa minang yang pas yang diucapkan oleh willi karena kita benar-benar sial. Angkot yang kita naiki ternyata angkot jurusan Caheum-ST. Hall. Kami baru sadar setelah ni nadya menyadarinya terlebih dahulu. Benar-benar sial.

Kami memutuskan berhenti di persimpangan yang ada huruf DAGO gede-gede itu loh, di bawah jembatan layang. Kami berjalan menyebrangi jalan menuju trotoar dan berhenti sejenak untuk memikirkan kita mau kemana. Ada yang masih berkemauan utnuk ke Ciwalk. Namun Willi ga mau, dan berkata “ alah ma, ndak usah lai, lah udi ma” yang artinya “udah, ga usah, ini udah sial namanya”.


Kita memutuskan untuk berpoto-poto dulu di tugu BDG di Dipatiukur. Setelah itu kami naik angkot menuju UNPAD DU. Sesampai di DU kami shalat Ashar dahulu. Sehabis shalat kami berembuk lagi untuk meneruskan perjalanan kemana. Satu-satunya hambatan untuk meneruskan perjalanan bermain ialah beberapa dari kami harus latihan musik di Sekre untuk penampilan menyambut kedatangan mahasiswa Korea yang ingin melihat kebudayaan Minangkabau sebagai salah satu kebudayaan Indonesia. Mereka adalah teman uda Noveri Maulana yang beberapa hari yang lalu baru pulang dari student exchange di Korea.

Akhirnya kami memutuskan untuk makan sate padang di depan kampus. Sate yang sangat enak. Dan hampir bisa disimpulkan bahwa ini adalah wisata kuliner ke Bandung. Haha.
Setelah itu kami barulah memutuskan untuk pulang ke Jatinangor. Huffftt….

Benar-benar perjalanan yang melelahkan. Hahaha…


tp yaudah lah, yang penting KE BANDUNG, hehehe... (dasar alay)

Demikian lah sedikit kisah perjalanan ‘maele-ele’ yang kami lakukan pada Minggu tanggal 4 Juli lalu.

Semoga dapat menginspirasi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan ke Bandung. HAhaha…

Hufftt.. garing yah??

Yah, emang garing sih, tp mau apa dikata, Cuma ini yang bisa saya persembahkan untuk teman-teman yang lain. emang benar, saya gak punya modal untuk menghibur teman-teman. Walaupun hanya memiliki modal wajah tampan.
Ya sudahlah… apapun yang tejadi, mohon maklumi saja, tak ada yang patut disesali, ini lah karya anak bangsa.
Hahaha….

Sampai jumpa di posting selanjutnya….

Hiks..hiks….

Sungguh mengharukan..

Wassalamualaikum…

Jumat, 02 Juli 2010

Salam sapa dari afif...

hai teman-teman...

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh….
Puji sykur saya pancatkan kepada ALLAH Subhanawata’ala, yang telah memberikan waktu kepada hambaNya yang tampan ini untuk berkarya lagi setelah sekian bulan berada dalam belenggu-belenggu jiwa yang memenjara kereativitas dalam menulis…
Salawat kepada Rasulullah Muhammad Sallahualaihi wassalam yang telah memberikan inspirasi dan motivasi kepada umatnya yang tampan ini untuk selalu berusaha memberikan yang trbaik kepada para pecintanya….

(suit..suiiit….!!)

Selanjutnya kepada orang tua, papa, mama, yang selalu menelpon saya setiap saat “lagi dimana? Ngapain?”, yang membuat saya untuk sementara enggan memburu pasangan hidup karena orang tua masih memberikan perhatian yang lebih kepada anak2nya (bukannya saya meledek orang yang punya pacar itu kurang perhatian lhoo…hahhaha).
Seterunya kepada teman2 yang ‘katanya’ selau menanti-nantikan postingan saya yang penuh miseri dan inspirasi , hahahahaha…. (jadi Geer…)
Saat ini saya tidak akan panjang-panjang bercerita, saya hanya ingin membangkitkan aura dan hasrat teman-teman untuk menikmati karya-karya saya, karena jujur, bagi saya yang terutama itu ialah berkarya, bukan hasil pendapatan, bukan materi, bukan pujian, tapi bagaimana karya itu dapat saya nikmati dan membuat orang juga menikmati dan menyenanginya.

(Hahahaha…. Saya sudah bisa serius lhoo…)

Terusss…. Apa lagi ya…

Sebenarnya saya pengen crita2 banyak, karena selama beberapa bulan terpenjara, saya sudah banyak memikirkan hal-hal untuk ditumpahkan kedalam tulisan, tapi nanti saya akan saring lagi, biar yang saya tumpahkan tidak sia2, dan bisa bermanfaat bagi kita semua… (aseeeek….)

Hmm… Crita apa yaa….

O ya, saya kayanya pengen pamer dikit aja nih,Hehhe…
Kemaren saya jalan2 lo… Eh, tepatnya bukan jalan2 sih, saya ada tour ke Jakarta bersama tim Kajian Unit Pencinta Budaya Minangkabau ke DPD RI, Kota Tua dan Kick Andy.

Untuk crita lengkapnya, tunggu aja….

Penasaran kaaaan….????!!

Hahahhaa….
Seneng banget bisa bikin orang penasaran,
Ya udah, sekarang silahkan teman2 nikmati dulu rasa penasara itu, setelah gak penasaran, hubungi saya di nomor 0852636399** kosongsatu biar bisa saya lanjutin crita2nya.. OKE??!!

Hahahaha….

Wabillahi Taufik walhidayah,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh….

Jumat, 02 April 2010

“BARU KALI INI DI FIKOM TERJADI SEPERTI INI”


Pada Jumat (19/02/10) salah satu kelas di Fikom, yaitu kelas Ilkom A –yang sudah pastinya mereka adalah MABA 2009, punya mata kuliah Komunikasi Massa. Dosen yang mengajar adalah pak Dudy dan juga pak Dedy, dosen dari Manajemen Komunikasi.
Siang itu sehabis waktunya shalat Jumat, memang jadwalnya kami masuk mata kuliah Komunikasi Massa tersebut. Kami pun menunggu dosen datang.  Bukan di kelas, bukan di koridor depan kelas, kami malah menunggu di koridor menuju Roster di depan gedung 2. Tak ada dari kami yang menghimbau untuk menunggu di dalam gedung. Hingga Surya dan Fadil mengecek ke kelas, ternyata dosen tidak ada. Mereka pun sudah menelpon salah satu dosen yang mengajar di kelas kami, namun tidak ada jawaban.
Menanggapi hal tersebut, dan melihat waktu juga sudah menunjukkan pukul satu lebih sepuluh, kami pun mangambil keputusan untuk W.O. alias tidak masuk kelas karena disimpulkan bahwa dosen tidak ada. Kami pun mulai bubar. Ada yang ke kosan, ada yang ke kantin, ad yang ke Jatos, dan malahan ada yang pulang ke Bandung.  
Yang masih di kampus ada saya, Anas, Ridwa, dan Indira. Awalnya saya, Anas, dan Ridwan ngobrol dulu hingga waktu menunjukkan pukul setengah dua. Setelah itu saya dan Anas ke perpustakaan Fikom untuk mengembalikan buku dan beristirahat. Ridwan ke kantin, mengikuti Indira dan teman-teman Fikom lain. Ketika saya baru mau meminjam buku untuk dibaca di Perpus, Surya menelepon dengan paniknya, “Fif, lo dimana? Cepetan ke kelas, di kelas ada dosen!” , saya yang biasanya tidak langsung mempercayai Surya langsung memanggil Anas dan berlarian ke kelas.
Di kelas ada dua orang dosen yang ketika saya dan Anas masuk langsung bertanya, “kelas apa?”,ketika saya jawab “Kommas pak”, kami langsung disuruh duduk, dan sedikit diomeli.
“Kenapa kalian menunggu di luar gedung? Kenapa tidak menunggu di dalam kelas ato di depan kelas? BARU KALI INI DI FIKOM TERJADI SEPERTI INI. Sebelum ada kontrak belajar,kalian tidak berhak mengambil keputusan seperti itu”
Hingga salah salah satu dari mereka menginstruksi sekaligus mengancam kami,
“sekarang hubungi teman-teman kalian, saya tunggu sampai jam dua, jika tetap tidak ada, kelas ini langsung TIDAK SAYA LULUSKAN”
Mendengar kata-kata tersebut saya dan Anas langsung membuat SMS jarkoman buat teman-teman. Namun belum selesai saya membuat SMS, saya mendapat sebuah SMS yang isinya:       
“BAHAYA bwt smua ilkom A. Harap dating k kampus bwt komunikasi mass. Td dosenny tlv gw n marah2 ktany klo kita gk dteng SATU KELAS BAKAL DI KASIH NILAI E. SEBARIN K YANG LAIN. Please”
Kemudian quota kami bertambah, Fadil,Surya,Indra dan Ridwan masuk. Kami masih menunggu teman-teman yang lain untuk datang agar bisa memulai kuliah. Quota kami terus bertambah. Tampak teman-teman yang datang ngos-ngosan dan penuh keringat karena dipastikan berlarian dan tergesa-gesa ke kelas. Apalagi yang dari Bandung. Malahan ada salah satu yang dari Bandung sudah hampir mengganti bajunya. Sukur quota kami sudah banyak dan melebihi setengah dari kelas kami, sehingga kami bisa memulai kuliah dengan baik, dan sang dosen tampak sudah tidak emosi lagi. Kita pun memulai kuliah dengan membuat kontrak belajar yang sah untuk kelas kami.
Ini merupakan pelajaran terbesar bagi kami, bahwa sebelum ada kontrak belajar, kami tidak berhak mengambil keputusan seperti itu. Dan ini juga merupakan pengalaman terbesar , terburuk sekaligus terbaik kami di Fikom, karena telah mencatat sejarah. (creAfif)

Rabu, 31 Maret 2010

Potret Siswa "brandal"

inilah protet anak sekolahan di kota saya. namun, mereka merupakan bagian yang "brandal"nya. cabut dari kelas, kabur ke pasar atau tempat2 yang berbau sukacita lainnya.

tampak sekelompok siswa yang saling berkerabat dan saling membantu satu sama lannya. di kota kelahiran saya, hal ini tak jarang ditemui. memotong rambut teman, begitu juga sebaliknya nanti.

sangat disayangkan ketika kita melihat generasi bangsa yang seperti ini. boleh sih, bandel, tapi jangan lupa kewajiban untuk menyayangi dan membahagiakan orang tua.

semoga nantinya akan ditinjak lanjuti oleh pihak sekolah, "aktor2" pendidikan, dan pemerintah setempat, agar mereka tidak kelewatan dan menjadi musuh masyarakat.

Minggu, 31 Januari 2010

Kamis, 14 Januari 2010

Aaaaauuu....!!

hai teman-teman...

assalamaualaikum...

eh2...

ada saya lagi nih....
pasti lagi nunggu2 ya...???
kay bis aja nih saya...|
hahahaha

sperti biasa, kalo saya udah nyapa teman di BBB (bukan blog biasa) ini , ya tentu lah saya akan minta sumbangan...

*lhoh??!!!

saya itu mau crita pengalaman2 saya,, huh.. bikin kesel aja nih...
lagi gak puasa nih...
(?????)

hahahaha....

yah, kalo sebelum2nya saya crita nya agak garing (niatnya lucu..), sekarang saya mau critain sesuatu yang bikin saya kesel banget...
BT bed dah gua... hahaha (saya jd anak jakarte)

begini ceritanya...

di pagi yang sunyi dan dingin itu saya hanya berdua di sekre UPBM (Unit Pencinta Budaya Minangkabau), saya dan senior saya,bang feri.
pagi itu bang feri masih tidur, karna malamnya betanggang (begadang).
saya lagi OL, (gratis nih, hotspotaaan... haaha)

awalnya saya OL di laptop kcil pnya tmn,
tp ntah kenapa ya, gak di sangka2, bener2 tabu,
saya pindah ke laptop saya...
(loh?? trus anehnya dimana??)

baca dulu sampe abis...

ketika saya nyalain laptop, tiba2 sesuatu gak enak menghampiri saya, membuat saya sakit, trus cepet2 lari deh ke toilet masjid blakang...

toilet yg buat cowok lagi ada orangnya. karna gak ada cewek yg mau ke toilet, saya pake toilet cewek.

"kkrkrk... PLUG!! "
begitulah bunyinya....
hahaha

aaahh.. lega.... suasana gak enak tdi hilang...

saya lanjut nyelesain tugas pagi.
lagi enak2 nya dinas, saya denger suara cewek cas-cis-cus ga jelas,
saya cuma denger suaranya yang makin deket aja...

TIBA-TIBA....

"Dung,seeeet...."
"AAAAAAAAuuuuuu....!!!!""

itu adalah bunyi pintu yang baru kebuka,, dan suara cewek teriak yang terus balik badan dan lari.

dengan spontan saya berdiri dan nutup pintu,lalu mukul pintu yang dilapisi seng itu.

saya bingung, knapaa ya, cewek tadi teriak???!!

tapi saya kesel, pintu maen dibuka-buka aja, dingin tau. hahaha
udah jelas2 kalo pintu lagi nutup itu tandanya ad orang...

dasarr....

uhh...
kesel banget dah saya. bener2 kesel.

(hahahahahhahahahaa)

knapa ktawa???

(hahahahahahahahahah)

HEI!! udah saya bilang ini bukan crita lucu!! ini lagi kesel!!!

(hahahahahahahahaha)

duh, minta dihajar nih, saya lagi kesel diktawain,


teman2,
udah dulu ya, saya lagi EMOSI nih,

Wassalamialaikum...
Powered By Blogger